Guru tidak hanya ditantang untuk secara pribadi menjadi profesional, tetapi juga diajak untuk membangun suatu budaya sekolah (school culture) yang memungkinkan nilai-nilai keutamaan hidup tumbuh-berkembang dalam diri para murid. Dan secara spesifik, perhatian kepada anak dan usaha membangun budaya sekolah itu paling terasa di dalam kelas ketika seorang guru berperan sebagai instructional leader, pemimpin pembelajaran. Sebab pada dasarnya, guru menjalankan tugasnya itu tidak hanya dengan pikiran (mind), tetapi terlebih dengan hati (heart).
Tulisan-tulisan reflektif di dalam buku Teacher as Instructional Leader ini hendak mengajak para guru dan kepala sekolah untuk menyiapkan diri sebaik-baiknya bagi pelayanan kepada para murid di sekolah. Buku ini berisi 30 tulisan reflektif yang disampaikan dengan bahasa narasi yang mengalir. Kisahnya ringan tetapi berbobot, sebab berisi tulisan yang didasarkan pada situasi riil sekaligus diterangi dengan pandangan para ahli tentang teori pendidikan. Buku ini terdiri dari empat bagian, yakni (1) membangun kultur sekolah, (2) mengajar dengan kecerdasan dan kebijaksanaan, (3) mengajar dengan hati, dan (4) menciptakan manajemen kelas yang kondusif bagi pembelajaran murid. Selain dapat menjadi inspirasi bagi guru dan kepala sekolah, buku ini juga amat berguna bagi orangtua dalam mendampingi anak-anak di rumah.





Ulasan
Belum ada ulasan.